Pengertian Sistem Transmisi Otomatis

TRANSMISI OTOMATIS 

  1. JENIS-JENIS TRANSMISI OTOMATIS
  2. KEUNTUNGAN TRANSMISI OTOMATIS
  3. KOMPONEN_KOMPONEN UTAMA TRANSMISI OTOMATIS
  4. POSISI-POSISI pada TRANSMISI OTOMOATIS

Transmisi otomatis (A/T) yaitu jenis transmisi yang gigi-giginya sanggup berpindah secara otomatis sesuai dengan beban mesin (besamya pengutamaan pedal gas) dan kecepatan kendaraan. Sebaliknya, kendaraan beroda empat yang masih memakai transmisi manual, pengemudi harus merobah gigi-gigi dengan mempergunakan tuas pemindah gigi. Dengan transmisi otomatis, gigi-gigi berpindah secara otomatis untuk memenuhi kondisi jalan dan muatan yang berbeda-beda. Jika pada transmisi manual terdapat kopling gesek, maka pada transmisi otomatis terdapat torque conventor (pengubah puntiran) yang bekerja sebagai kopling otomatis.

Dalam transmisi otomatis, minyak transmisi tidak saja melumasi dan berperan sebagai pendingin namun juga bekerja untuk mcmindahkan gigi secara otomatis dan sebagai fluida kopling otomatis. Oleh alasannya yaitu itu, jumlah minyak transmisi harus cukup guna  menjalankan fungsinya dengan baik. Selain itu, alasannya yaitu minyak transmisi otomatis akan memburuk kalau jarak tempuh kendaraan bertambah maka penggantian secara perodik sangat diperlukan.

1. Jenis-jenis Transmisi otomatis 

a.  Full hydraulic
     Waktu perpindahan gigi dan waktu lock up diatur sepenuhnya secara hidraulis.
b. Powertrain control module  (PCM)
     Waktu perpindahan gigi dan waktu lock up diatur secara elektronik. Type ini memakai data (shift and lock pattern) yang tersimpan dalam PCM sebagai kontrolnya, juga terdapat fungsi diagnosa dan fail-safe.

Selain itu transmisi otomatis juga dibedakan atas:
a. Automatic transaxle, dipakai untuk kendaraan FE (Front-engine, Frontwheel-drive).
b. Automatic transmission, dipakai untuk kendaraan FR (Front-engine, Rear-wheel drive

2. Keuntungan Transmisi Otomatis  

Transmisi otomatis Jenis Full Hydraulic 

Dibandingkan dengan transmisi manual, transmisi otomatis jenis hidrolik mempunyai beberapa laba sebagal berikut:


  • Mengurangi kelelahan pengemudi alasannya yaitu tidak ada pengoperasian pedal kopling dan pemindahan gigi. 
  • Perpindahan gigi terjadi secara otomafis dan lembut. 
  • Mengurangi beban mesin alasannya yaitu mesin dan pemindah daya dihubungkan melalui fluida secara hidraulls (torque converter). 

Transmisi otomatis Jenis PCM 

Dibandingkan dengan transmisi otomatis full hydraulic, PCM mempunyai
beberapa laba sebagai berikut:

  • Pengemudi sanggup menentukan mode penggendaraan. 
  • Getaran perpindahan gigi lebih kecil 
  • Pemakaian materi bakar lebih irit 
  • Mempunyai fungsi diagnosa dan memori 
  • Mempunyai fungsi fail safe 

3. Komponen -Komponen Utama Transmisi Otomatis 

Transmisi otomatis sanggup dikelompokkan menjadi 3  komponen:

  1. Torque converter 
  2. Planetary gear unit 
  3. Hydraulic control unit 

Transmisi otomatis yang ada yang mempunyai  e speed ada yang mempunyai 4 speed (3 speed plus Over Drive). Pada tuas transmisi terdapat 6 posisi, yaitu P, R, N, D, 2 dan L. Untuk Over Drive (O/D) memakai switch yang ada pada tuas transmisi, sedangkan switch Power dan Normal (P/N) mode ditempatkan di console box

4. Posisi-posisi  tuas transmisi 


  1. Posisi P (Park).
    Pada posisi ini kendaraan tidak sanggup bergerak (roda tidak sanggup diputar) tetapi mesin sanggup dihidupkan. Posisi ini dipakai untuk kendaraan yang diparkir, atau pada kendaraan untuk keperluan mesin dihidupkan tetapi kendaraan tidak dijalankan. 
  2. Posisi N (Netral).
    Pada posisi ini kendaraan tidak bergerak tetapi roda sanggup diputar dan mesin sanggup dihidupkan. Hanya posisi N dan P mesin sanggup dihidupkan. Pada posisi netral biasanya dipakai untuk menghidupkan mesin sebelum kendaraan dijalanka atau dikala kendaraan berhenti sementara mesin hidup, menyerupai menunggu lampu hijau menyala di perempatan jalan.
  3. Posisi R (Reverse).
    Posisi ini dipakai untuk menggerakan kendaraan mundur. 
  4. Posisi D (Drive).
    Posisi D, dipakai untuk menggerakkan kendaraan bergerak maju secara otomatis dan sanggup mengatur posisi kerja dan gigi 1, 2 dan 3, atau sebaliknya, kalau switch O/D diposisikan ON, transmisi secara otomais sanggup mengatur kerja pada gigi 1, 2, 3 dan 4 atau sebaliknya. Posisi ini biasanya dipakai untuk jalan normal dan rata.
  5.  Posisi 2.
    Posisi ini dipakai untuk menggerakan kendaraan bergerak maju, tetapi secara otomatis hanya sanggup mengatur posisi kerja pada gigi 1 ke gigi 2 atau sebaliknya, biasanya dipakai untukjalanan nanjak atau turunan tajam. 
  6. Posisi L.
    Posisi ini dipakai untuk menggerakan kendaraan bergerak maju tetapi hanya pada posisi gigi I saja, biasanya dipakai untuk jalanan yang sangat menanjak atau turunan yang sangat tajam yang tidak sanggup dilakukan pada posisi gigi 2. 


Belum ada Komentar untuk "Pengertian Sistem Transmisi Otomatis"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel