4 Agresi Bocah Pemberani Gagalkan Kejahatan

 1. Bocah Arya Dilla Prawinsyah gagalkan perampokan (10)

Usia Arya gres 10 tahun. Dia duduk di kelas dua salah satu SD di Medan, Sumatera Utara. 


Pada Senin kemarin, beliau hampir saja menjadi korban perampokan. Untung agresi itu berhasil digagalkan, bukan oleh orang lain melainkan dari keberanian Arya melawan dua orang rampok yang mengincarnya.

Cerita keberanian Arya bermula ketika beliau melintas di Jalan M Idris, Sei Putih Timur, Medan Petisah Medan. Ketika itu, beliau mengendarai sepeda motor Honda Scoopy putih biru muda BK 2927 ACE milik abangnya.

Saat tiba di depan Gang Madrasah, kendaraannya tidak boleh dua laki-laki berjalan kaki. Dua laki-laki ini belakangan diketahui berjulukan Ferdi Armen Tampubolon, warga Pringgan, dan Ruben Hutajulu, warga Helvetia.

Setelah dihentikan, Ruben membekap verbal Arya. Bocah kelas 2 SD Hang Tuah II, Jalan Titi Papan, ini kemudian didorong jatuh dari sepeda motornya. Ferdi mengambil alih kemudi sepeda motor yang dibawa Arya. Ruben pun sigap duduk di boncengan. Mereka kemudian melaju.

Tapi, Arya tidak begitu saja menyerahkan sepeda motornya. Saat kedua pelaku mencoba pergi, beliau mengejar dan memegangi besi yang ada di belakang kendaraan. Bocah itu hingga terseret jatuh.

Bocah ini terus mengejar. Beberapa puluh meter dari lokasi perampasan pelaku melambat, alasannya melintasi polisi tidur. Arya pun mengambil kerikil dan melemparkannya. Kepala Ruben terkena lemparan. Sepeda motor rampasan itu pun oleng.

Setelah keduanya jatuh, warga sekitar lokasi yang melihat insiden itu eksklusif membantu Arya dan menangkap pelaku. Setelah dipukuli, Ferdi dan Ruben pun diserahkan ke petugas Polsekta Medan Baru yang tiba di lokasi kejadian.



2. Bocah Rizki gagalkan pencurian (10)
 
Bocah superhero lainnya berjulukan Rizki (10). Dia berhasil menggagalkan pencurian di rumahnya di Desa Suka Bandung, Kecamatan Kaur Selatan, sekitar beberapa bulan lalu.
Saat itu Rizki gres pulang dari sekolahnya di SDN 01 Kaur Selatan. Sementara kedua orang tuanya masih bekerja. Setibanya di rumah, Rizki kaget melihat beberapa orang aneh ada di dalam.
Si pelaku yang juga kaget dengan kedatangan Rizki eksklusif menyekap verbal bocah itu dengan kain sarung dan tangannya diikat.
Lucunya, pelaku tak mengikat kaki Rizki. Kondisi demikian dimanfaatkan Rizki untuk kabur lewat pintu belakang dan minta pertolongan.

Dia sengaja berteriak-teriak di depan rumahnya untuk mengundang perhatian warga. Mendengar teriakan korban, pelaku kaget ternyata korban yang disekapnya sanggup lolos ke luar rumah.

Mendengar teriakan Rizki, pelaku eksklusif melarikan diri. Warga pun berdatangan dan menenangkan Rizki yang kepanikan. Diduga perampok yang meninggalkan sarung dan sendal jepit ini tahu seluk beluk rumah milik pejabat kawasan itu. 




3. Bocah Ayu gagalkan perampokan (7)
 
Kali ini menumpas kejahatan cilik yaitu Meina Ayu Fitriyani (7). Dia berhasil menggagalkan perampokan di Toko Genteng Bumi Kukuh Jalan Dr Cipto Mangunkusumo, Kota Tegal.
Peristiwa perampokan itu terjadi siang bolong sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu suasana sedang sepi alasannya warga sekitar dan sejumlah pelayan toko sedang menunaikan salat Jumat.

Tiba-tiba toko yang dijaga Ayu bersama neneknya kedatangan seorang laki-laki yang terlihat akan membeli genteng. Pria itu pun sempat melaksanakan penawaran.

Tapi belum sempat terjadi komitmen harga, laki-laki bertumbuh kekar itu membekap dan mencekik leher nenek Ayu. Selain itu, pelaku juga menodongkan pisau lipat sepanjang 10 cm .

Melihat keselamatan jiwa neneknya terancam, Ayu kabur melalui salah satu pintu toko dan berlari ke luar. Selanjutnya, ia pun berteriak-teriak minta tolong kepada orang yang lewat.
Mengetahui hal itu, pelaku melarikan diri tanpa sempat membawa hasil jarahan. Sementara itu, baik warga maupun orang yang mendengar teriakan Meina segera berdatangan ke lokasi kejadian. Mereka kemudian mengejar pelaku, yang alhasil sanggup ditangkap 200 meter dari lokasi kejadian.

Massa yang merasa jengkel alhasil memukuli pelaku hingga babak belur.  Kemarahan warga sanggup diredam sesudah petugas Polsek Sumurpanggang tiba di lokasi insiden dan mengamankan pelaku.



4. 3 bocah Sekolah Menengah Pertama gagalkan perkosaan
 
 
 Ilham Maulana dan Muhammad Abdul Aziz siswa MTs Fathan Mubina Ciawi, dan Abdurrahman yaitu siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Ciawi, Jawa Barat. Ketiganya melawan seorang tukang ojek yang tertangkap berair melaksanakan pelecehan seksual terhadap rekan siswi mereka. Salah satu siswa madrasah, Abdul Aziz mengaku impulsif menghentikan upaya pelecehan seksual yang dilakukan pelaku. “Spontan aja sih, hanya ingin menolong teman saja,” ujarnya. 
Tiga berakal balig cukup akal yang masih duduk di dingklik MTs dan Sekolah Menengah Pertama kelas 2 alhasil berhasil diselamatkan. Perbuatan asusila itu gagal alasannya tiga teman laki-laki korban mendengar korban teriak minta tolong. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bahkan menobatkan 2 siswa MTs dan 1 Sekolah Menengah Pertama itu sebagai pejuang santunan anak.

Menurut Direktur Pendidikan Madrasah Dedi Djubaedi, agresi impulsif Abdul Aziz dan kedua rekannya itu mengatakan bagaimana pendidikan karakter, dikala ini sangat penting. Kepedulian terhadap sesama, telah ditunjukkan ketiga berakal balig cukup akal ini, dimana mereka dengan berani melawan pelaku kejahatan terhadap teman siswi mereka. Alhasil, pelaku pelecehan seksual pun dikala ini berhasil diringkus pihak kepolisian.

“Aksi impulsif itu muncul dari alam bawah sadar. Perilaku alam bawah sadar yang tercermin itu merupakan bentuk konkret bagaimana abjad kebijaksanaan pekerti ditunjukkan dan menjadi kepribadian mereka. Itulah hasil pendidikan akhlaq,” kata Dedi yang menyebut agresi itu sudah sangat jarang ditemui oleh banyak berakal balig cukup akal dikala ini di tengah budaya individualis dan hedonisme perkotaan.
Aksi ke tiga pelajar ini kontan saja menuai kebanggaan dan penghargaan dari banyak pihak.

Belum ada Komentar untuk "4 Agresi Bocah Pemberani Gagalkan Kejahatan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel