Manuskrip Gila Sangat Langka Wacana Periode Kecil Dajjal

MANUSKRIP ANEH SANGAT LANGKA TENTANG MASA KECIL DAJJAL MANUSKRIP ANEH SANGAT LANGKA TENTANG MASA KECIL DAJJAL

Dari banyak sekali manuskrip aneh yg paling berharga dan paling jarang ditemukan di permukaan bumi, ada manuskrip yg dimiliki seorang ulama di palestina. Manuskrip ini memungkinkan kita mengadakan perjalanan di masa lampau dan menyambungkannya dengan kehidupan sekarang.

Mulailah Jibril pergi siang dan malam, pagi dan sore mengunjungi anak aneh itu, meskipun ia tidak mengetahui hakikat Jibril. Hal itu disebabkan, sebagai insan biasa, ia tidak siap melihat Jibril, salah satu malaikat, kecuali dengan perkenan Allah SWT. Sebab lainnya yakni bahwa anak aneh itu selalu tidur panjang layaknya penghuni gua.

Pada suatu hari saat umur anak itu telah mencapai delapan tahun, mulailah kedua matanya terbuka diiringi dengan kesadaran hatinya. Sesudah itu, ia tidak lagi banyak tidur. Ia hanya tidur sebentar saja. Mulanya, setiap kali bangun, ia mendapat masakan dan minuman segar ada disisinya, sehingga ia bisa dengan gampang makan dan minum, kemudian tidur lagi. Sekarang, ia seolah-olah bisa berdiri, bergerak, sadar dan berpikir. Bahkan ia sanggup memancing ikan dari air dengan petunjuk bisikan bunyi yg terdengar terperinci oleh telinganya dan sanggup memahami maksudnya secara terperinci menyerupai usul naluri yg berseru. "Lakukanlah begini supaya kau menjadi begini!" Tampaknya itu yakni bisikan dan pemeliharaan Jibril kepada anak itu.
Tak pelak lagi, ia bisa menjalani kehidupan primitif yg menyenangkan seolah-olah Robinson Crusoe dalam petualangannya. Bahkan boleh jadi, pengarang novel Robinson Crusoe memperoleh ide kisahnya itu dari warisan liberatur orang Arab dan umat Islam, bahkan dari musuh mereka sekalipun. Atau, ia bagaikan Fairuz kecil di pulau emas yg menakjubkan.

Mulailah sang anak aneh berjalan-jalan melancong di sekitar pulau yg didiaminya itu, meskipun diliputi rasa kagum dan terasing, disertai rasa khawatir dan selalu waspada. Ia mencoba memberanikan diri dan maju terus pantang mundur. Ia berjalan sambil sembunyi-sembunyi dan penuh hati-hati.

Pulau itu sepertinya hanya dipenuhi dengan banyak sekali macam burung dan bermacam-macam binatang, ia merasa bahwa dirinya yakni penguasa pulau itu. Tak ada satu hewan buas dan jahat pun di pulau itu selain beberapa ujar yg merayap dari lautan menuju kesana. Bahkan pada suat hari dalam perjalanannya, ia dikejutkan oleh seekor hewan besar, berbulu sangat tebal, dan memiliki dua mata menonjol menyerupai mata sapi. Tiba-tiba hewan itu berbicara kepadanya dengan bahasa yg sanggup dipahaminya secara baik. Binatang itu berkata, "Engkau yakni seorang anak yg diselamatkan oleh Allah dari gempa dahsyat saat bumi terjungkir yg terjadi di negeri Samirah. Engkau dibawa oleh malaikat agung yakni Jibril. Ia membawamu kesini. Dan ia juga yg mengurus makan dan minummu. Oleh lantaran itu, janganlah engkau mengkhianati janjimu dengan Allah. Sebab pada hati setiap anak Adam telah tertanam ketundukan kepada Allah dan keimanan kepada-Nya selama ia masih didalam fitrah kesuciannya. Karenanya, engkau sendiri harus menjadi Muslim dan Mukmin yg yakin dan taat kepada Tuhan Pencipta alam ini. Dia-lah Tuhan Yg Maha Esa."
kemudian hewan besar itu memberi kode kepadanya biar mengikutinya menuju sebuah panel batu. Disitu tertera dalam bahasa Arab fasih. Ia mengajarinya abjad demi huruf, dan ia pun menirukannya. Lalu hewan besar itu memberi kode kepadanya untuk mengikutinya lagi menuju banyak sekali panel watu lainnya. Panel-panel itu bertuliskan kata-kata sebagai berikut:
Pertama: "La ilaha illallah (Tidak ada Tuhan selain Allah)."
Kedua: "Allahu Wahid la Syarika lahu (Allah Mahaesa, tidak ada sekutu bagi-Nya)."
Ketiga: "Engkau diurus oleh Jibril. Karena itu, janganlah kau mengkhianati janjimu dengan Allah."
Keempat: "Hanya engkau saja di pulau ini."

Kelima: "Makanlah dan nikmatilah masakan dari rezeki Allah ini sesuai dengan kehendakmu. Tidurlah sesukamu. Sembahlah Allah dalam banyak sekali keadaanmu dengan tasbih-tasbih keesaan kepada-Nya, yakni shalat yg diwajibkan kepadamu. Allah-lah sang Raja. Allah-lah Maha Esa. Dia tidak berayah dan tidak pula memiliki anak. Allah-lah Tuhan yg Maha Besar. Allah-lah yg Maha Agung. Dan Allah-lah yg Maha Raja."
Keenam: "Jadilah engkau anak masa kini, wahai anak kecil. Janganlah engkau menjadi anak masa kemudian di pulau ini pada zaman apa pun."

Ketujuh: "Tidak ada kitab bagimu kecuali apa yg dibawa kepadamu oleh seorang Nabi terakhir, Nabi Muhammad saw. yg tiba menjelang simpulan zaman. Jika engkau mengimaninya, maka engkau yakni insan masa depan yg beriman dan memiliki keyakinan kepada Allah. Tetapi bila engkau mengingkari-Nya, maka engkau yakni insan masa depan yg dijanjikan akan mendapat siksaan Allah SWT. Sesungguhnya, engkau berada diantara dua nabi yg berserah diri kepada Allah dan sebetulnya semua nabi berserah diri kepada Allah. Jika engkau beriman dan yakin kepada apa yg kami imani dan yakini, maka Allah akan memudahkanmu untuk mengmengimani epilog para nabi yg terdahulu dan pengganti nabi yg telah wafat. Ia berjulukan muhammad Al-Amin. Ia akan lahir sebagai Nabi dan Rasul di tengah-tengah kaum yg buta huruf. Ia berhijrah ke daerah yg banyak ditumbuhi pohon kurma, dan banyak mata air dan sumur tawarnya dengan tanah subur. Jika engkau mendustakan nabi yg mendahului Muhammad, maka Allah akan menutup hatimu dengan tabir rain yg hitam. Hatimu menjadi hitam terkena sedikit warna putih dan bondong kepada kejelekan bagaikan kendi penuh dengan lumpuh diatas cermin terang. Akibatnya, hatimu tidak sanggup melihat cahaya, dan akalmu hanya melihat dirimu sendiri saja menyerupai Iblis, semoga laknat Allah ditimpakan atasnya, yg mendiami Segitiga Bermuda yg usang itu dan engkau pun menjadi sobat akrabnya. Betapa buruk seseorang yg ditemani makhluk terkutuk dan dijauhkan dari rahmat Allah SWT, yg dibiarkan saja hingga suatu masa di suatu negeri, yakni di suatu lautan yg penuh hembusan angin kelak saat Allah SWT tidak lagi menyayangi orang-orang yg terusir dari rahmat-Nya. Jadilah engkau wahai anak istimewa yg diurus dan dibimbing oleh malaikat agung sebagai mukmin yg mempercayai eksistensi Allah dan malaikat-Nya serta Rasul-Nya. Jika tidak, engkau ada dalam ancaman dan dimasukkan kedalam penjara seribu tahun lamanya. Yg memperingatkanmu dan yg menggembirakanmu di dalam penjara yakni seorang Arab Makkah yg mendustakan Nabi yg jujur itu. Tempat hijrahnya yakni tanah-tanah subur yg banyak ditumbuhi pepohonan dan juga pohon kurma. Engkau akan berjasa pada hari saat tiba musimnya memetik kurma di negeri daerah di-isra'-kan dan di-mi'raj-kannya Nabi dari bangsa Arab itu. Ada banyak air melimpah yg mengalir dan meresap ke dalam tanah di dataran tinggi dan di tanah Thabariyyah. Haram atas dirimu memasuki kota Makkah yg dimuliakan Allah Tuhan semesta akan pada siang harinya. Engkau dihentikan memasuki tanah mana pun yg subur kecuali tanah Uhud. Uhud yakni gunung yg menyayangi Allah dan Allah pun mencintainya. Engkau juga dihentikan memasuki negeri Quds daerah isra' dan mi'raj-nya Nabi yg paling akhir. Ini yakni ilmu Allah untukmu yg ditulis oleh Jibril, pembawa wahyu (amin al-wahi) dan ia meninggalkan bekas untukmu disamping watu besar berupa cincin dari Jibril utusan Allah Tuhan Semesta alam!".

Anak itu kemudia melihat sisi watu besar ketujuh yg paling besar diantara batu-batu besar lainnya yg menjadi watu tulis. Disitu ia menemukan sepotong watu yg indah warnanya. Ada juga tanah berwarna menyerupai tinta yg dipakai Jibril untuk menulis. Pada potongan watu itu terdapat peringatan Allah SWT yg berbunyi: "Dan tidaklah Kami menyiksa sehingga Kami sehingga kami mengutus seorang rasul (Q.S. Al-Isra', 17:15)". Ini yakni sebuah tanda dan kode bahwa tanah tersebut bukan berasal dari pulau itu. Bahkan, sepertinya tanah itu bukan dari belahan bumi manapun. Hanya Allah saja yg lebih mengetahui yg paling benar. Tinta antik itu menyisakan kira-kira lima mud di telapak tangan anak itu. Meski begitu, ukurannya tidak sebanding dengan tiga telapak tangan pria biasa diantara kita.

Hewan besar yg ada bersamanya itu mulai menunjukan makna dari goresan pena itu, dan bahwa ia diberi kebebasan untuk menentukan apakah di masa mendatang ia menjadi orang baik-baik atau menjadi orang jahat. Jika ia menjadi orang baik, maka ia akan menjadi seorang pria biasa dan raja yg beruntung. Tetapi bila ia menentukan menjadi orang jahat, maka ia akan menjadi seseorang yg mengaku-aku sebagai yang kuasa yg berkuasa dengan kerajaan atau kekuasaan diktatorial atas alam jin kafir dan setan, dan mereka yakni makhluk ciptaan Allah. Ia akan menjadi raja yg menguasai alam manusia, sedang engkau termasuk salah satu dari mereka. Ia akan memerintah, tetapi hanya menjadi raja dalam waktu relatif singkat saja. Ihwal kepudahannya hanya Allah saja yg tahu. Sebab, segala sesuatu ditentukan oleh akhirnya. Dan tak ada yg mengetahui kesudahan segala sesuatu kecuali Allah SWT.

Selanjutnya anak itu bertanya kepada binatan besar itu. Ia bertanya; "Kalau begitu, siapakah engkau sebenarnya? Dan siapakah yg mengajarimu bisa berbicara dan menjelaskan sehingga engkau layaknya menyerupai manusia?"

Binatang besar itu menjawab: "Aku memang seekor hewan yg diciptakan dan diperintahkan untuk berbuat demikian dan hendak berada disini bersamamu. Jibril malaikat terpercaya itu akan membawamu dari hutan di penghujung dunia nanti. Hanya engkau saja satu-satunya orang yg hidup dari suatu keturunan subur yg telah hancur. Aku juga bertugas menjaga dan memeliharamu saat Jibril tidak ada. Aku diperintahkan untuk berdiam disini, di pulau ini bersamamu sehingga engkau menentukan pilihan hidupmu. Ajalku di sini bersama dengan keluarnya engkau menuju pilihanmu."

Binatang itu memberitahukannya bahwa ia diperintahkan untuk berbicara dengannya. Kemudian sehabis itu ia diam diam dan hanya mengeluarkan bunyi hewan sebagaimana lazimnya. Ia tidak akan berbicara untuk kedua kalinya kecuali bila masa keluarnya anak aneh dari pulau tersebut di kiamat telah mendekat. Adapun pada masa-masa diantara itu, maka itu termasuk keadaan-keadaan yg hanya diketahui oleh Allah. Mungkin saja saat ketika itu saya berbicara denganmu. Jadi, sesuatu yg mistik tidak sanggup diketahui oleh semua makhluk. Ketahuilah bahwa apa yg dikatakan kini ini yakni wasiat-wasiat dari malaikat Jibril yg terpercaya itu.

Disini, mulailah pengecap hewan itu melamun dan kembali menyerupai semula. Ia berjulukan Jassasah (yg terus-menerus menata-matai), lantaran ia mencari isu dan memberitahukannya kepada anak itu. Hal ini dilakukannya demi kepentingan atau kemaslahatan anak itu. Ia bukan saja sebagai Jassah (tulang mencari isu dan memberitahukan), melainkan juga jassasah (yg selalu menari isu dan memberitahukannya). Hal ini sesuai dengan kiprah hewan itu untuk mendapat dan memberitahukan banyak sekali hal dan isu kepadanya, bukan sekedar suatu berita. Semua isu yg dibawanya sangat menakjubkan dan mengagumkan serta memiliki peranan sangat penting, disamping terwujud atau tercipta dalam keadaan yg ganjil. Maha suci Allah yg bila berkehendak, melakukan kehendak-Nya. Jika Dia memiliki kemauan, maka tak ada sesuatu bisa menolaknya. Jika Dia menentukan hukum, maka tak ada sesuatu pun bisa menentang-Nya. Mahasuci Dia dan Mahaluhur dari apa yg mereka sekutukan.

Semua yg penulis (Muhammad Isa Dawud) kemukakan di bawah judul "Ketika Manuskrip Berbicara" yakni ringkasan dari apa yg tertulis pada banyak sekali manuskrip peninggalan (orang-orang terdahulu) yg ia dapatkan di dalam bangunan bawah tanah milik para petani Palestina. Manuskrip-manuskrip itu tertulis dengan abjad Aram usang yg berumur sekitar empat periode sebelum diutusnya Nabi Musa. Tampaknya, ini yakni apa yg didiktekan oleh Nabi Ibrahim di lembah Quds (Palestina) yg sebagian besarnya merupakan pecahan dari apa yg diwahyukan oleh Allah, Tuhan semesta alam, (kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Musa) berkenaan dengan kehidupan alam abadi dan dunia. Hanya Allah yg lebih mengetahui. Disamping itu, manuskrip tersebut menuturkan fitnah yg sangat besar. Sementara itu, yg menulis manuskrip-manuskrip pada daun semacam kurma atau menyerupai lembaran papirus yg dibentuk sebagai kertas itu yakni seseorang yg dikenal dengan nama Azad bin Harim bin Shafur. Ia sendiri pernah bertemu dengan Nabi Ibrahim, bahkan menanyakan kepadanya ihwal seorang pria yg disebut Dajjal yg sangat membahayakan itu. Semua Nabi diperintahkan Allah untuk memperingatkan kaumnya dari ancaman Dajjal. Menurut pengakuannya, ia yakni orang yg paling banyak bertanya mengenai hal itu kepada Nabi Ibrahim dan paling banyak bergaul dengan ia saat berada di negerinya.

Manuskrip-manuskrip itu di wariskan secara bebuyutan oleh anak cucunya. Mereka pun memperbarui tulisannya dengan bahasa Aram hingga masa kenabian Nabi 'Isa al-Masih. Kemudian manuskrip-manuskrip itu di sembunyikkan oleh cicit-cicit dari cucu Azad. Ketika mereka bertanya kepada Nabi 'Isa al-Masih mengenai apa yg diberitakan Nabi Ibrahim, ia pun menguatkannya. Allah SWT juga mewahyukan kepada Nabi 'Isa untuk memperingatkan kaumnya dari ancaman Dajjal yg mengaku sebagai yang kuasa dan minta disembah itu.

Dengan kehendak Allah SWT, ada petani palestina yg menemukan manuskrip-manuskrip dan surat-surat itu. Kemudian barang-barang berharga itu diserahkan kepada seorang alim yg saleh di Quds (Palestina). Ia memberitahukan kepada penulis kandungan manuskrip-manuskrip itu sehabis terbuka mantera-mantera dan ungkapan-ungkapannya. Sebab, ia memang jago dalam bidang tabrakan atau goresan pena Aram dahulu, dan juga jago dalam banyak sekali bahasa yg sudah tidak dipakai lagi. Ia selalu menjaga manuskrip-manuskrip itu didalam bangunan bawah tanah rumahnya yg sudah bau tanah di Quds (Palestina). Nama samaranya yakni Abu Basil ''Izzuddin Nur. Mana dan gelar sesungguhnya hanya diketahui oleh Allah SWT yg Maha Mengetahui.

Penulis sendiri membenarkan apa yg disebutkanya itu. Nabi Nuh yg sangat jauh dari masa kenabian Nabi Ibrahim, juga pernah memperingatkan kaumnya dari ancaman Dajjal. Makara tidak ada alasan untuk mewaspadai atau menganggap aneh perkataan Nabi Ibrahim yg diterimanya dari Nabi Nuh.
Di dalam shahih Bukhari disebutkan; Telah menceritakan kepada kami 'Abdan, telah menceritakan kepada kami 'Abdullah, dari Yunus, dari as-Zuhri dari Salim, bahwa Ibn 'Umar r.a. berkata, "Rasulullah saw. berdiri di hadapan orang banyak, kemudian memuji dan menyanjung Allah sebagaimana biasanya. Kemudian ia menyebut-nyebut Dajjal, 'Sungguh saya memperingatkan kau sekalian biar berhati-hati pada Dajjal. Setiap Nabi niscaya memperingatkan kaumnya wacana Dajjal. Nabi Nuh telah memperingatkan kaumnya. Akan tetapi, akan kuberitahukan kepada kalian wacana Dajjal yg belum pernah pernah diberitahukan seorang nabi pun kepada kaumnya. Kalian harus tahu bahwa Dajjal buta sebelah matanya, dan bahwa Allah tidak buta sebelah mata-Nya."

Wallahu a'lam bis shawab.
sumber : https://www.karimganas.com/

Belum ada Komentar untuk "Manuskrip Gila Sangat Langka Wacana Periode Kecil Dajjal"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel