Di Purwakarta, Yang Ngapel Lewat Jam 9 Malam Akan Dikawinkan!

hati memanfaatkan  rutinitas waktu kunjungan pacarnya  Di Purwakarta, yang Ngapel Lewat Jam 9 Malam Akan Dikawinkan!
Remaja di Purwakarta, Jawa Barat, harus lebih berhati-hati memanfaatkan rutinitas waktu kunjungan pacarnya (wakuncar). Musababnya, bila lewat pukul 09.00 malam masih berada di rumah pacarnya, mereka akan eksklusif digerebek pegawapemerintah rukun tetangga (RT) dan hansip.
“Dan akan dilakukan tindakan kawin paksa,” kata Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, ketika memperlihatkan kode kepada 193 kepala desa–87 di antaranya kepala desa gres dilantik–dan lurah serta 19 camat, di Purwakarta, 31 Agustus 2015.
Para kepala desa dan lurah serta camat yang hadir dengan pakaian khas Sunda lengkap dengan iket (ikat kepala) ketika menyimak pidato bupati pun kompak menyahutnya dengan koor: “Setuju.”
Seperti yang dikutip dari tempo.com, Dedi menyatakan, bahaya kawin paksa buat para cukup umur yang melaksanakan waktu kunjungan pacar di luar jam yang ditentukan itu bukan sekadar gertak sambal. Ketetapan itu akan diterapkan di semua desa dan kelurahan secara serempak mulai September 2015.
Tujuannya, Dedi menjelaskan, semoga tidak terjadi kasus-kasus asusila yang merusak budbahasa para cukup umur sekaligus kehormatan para orang bau tanah mereka. “Kami ingin mewujudkan Purwakarta yang berbudaya,” kata Dedi.
Lalu, semoga pelarangan waktu mengunjungi pacar melebihi pukul 21.00 tersebut mempunyai payung hukum, maka semua kepala desa dan lurah diwajibkan menciptakan peraturan desanya. “Perdes-nya harus akibat medio September. Kalau tidak, dikenai hukuman penundaan pencairan dana proteksi desanya,” ujar Dedi.
Kepala Desa Cilandak Dadan Jakaria tak problem dengan instruksi bosnya tersebut. “Kan tujuannya buat kebaikan bersama dan mewujudkan masyarakat berbudaya,” ujar Dadan.
Bahkan, Dadan mengimbuhkan, sebelum instruksi pembuatan peraturan desa larangan waktu kunjungan pacar lewat pukul 21.00 itu keluar, pihaknya sudah mendahului melakukannya. “Kami menciptakan portal di semua jalan dan gang desa. Kalau ada tamu yang wakuncar, maka, KTP atau kartu mahasiswa dan pelajarnya kami tahan,” ujarnya.
Upaya dini mencegah terjadinya perbuatan asusila atau kerawanan sosial itu mendapat dukungan positif dari warganya. Lina, Kepala Desa Kartajaya, yang gres dilantik menjadi kepala desa pekan lalu, juga mendukung instruksi bupatinya. “Sama sekali nggak ada masalah,” ujar kepala desa wanita pertama di Kertajaya itu dengan nada tegas.

Belum ada Komentar untuk "Di Purwakarta, Yang Ngapel Lewat Jam 9 Malam Akan Dikawinkan!"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel