Darah Makanan Yang Mengandung Gizi !


Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.

Peminat Sains Qur’an/Dosen Pasca Sarjana Magister Teknik Sipil UIR

 Allah SWT berfirman dalam ayat suci Al-qur’an di surah al-Maidah,” Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kau menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) yaitu kefasikan….” (Q.S. Al-Maidah:3).

Haramnya darah hingga empat kali diulang dalam Al-Qur’an. Dalam Surah Al-Baqarah (2) ayat 172, Surah Al-Maidah (5) ayat 3, Surah Al-An’am (6) ayat 145, dan Surah An-Nahl (16) ayat 115. Dalam Al-Baqarah (2) ayat 30, malaikat menolak penunjukkan insan sebagai kalifah lantaran suka menumpahkan darah. Rasulullah SAW mengharamkan ijab kabul keluarga sedarah. Berikut ini izinkanlah saya pinjam beberapa kalimat, wacana ada apa dengan darah, dari Ir. H. Bambang Pranggono, MBA, IAI dengan artikelnya “Sejarah Darah” yang dimuat dalam buku “Mukjizat Sain dalam Al-Qur’an” halaman 198.

Ada apa dengan darah? Padahal semenjak zaman purba darah sudah digunakan dalam upacara ritual. Pemburu purba mengoleskan darah binatang ke wajahnya. Pendeta Aztec di Meksiko meminum darah dalam prosesi persembahan. Pendekar Tiongkok kuno meminum darah sebagai ikatan persaudaraannya. Simpatisan PDI Perjuangan menunjukkan cap jempol darah sebagai tanda mendukung partai dan pimpinannya. Dracula mengisap darah mangsanya. Islam justru melarang mengkonsumsi darah. Mengapa? Biasanya dijawab bahwa semua yang dihentikan Allah niscaya ada madlaratnya. Misalnya dalam Tafsir Al-Wasith, Wahbah Zuhaily menafsirkan bahwa haramnya darah lantaran mengandung kuman penyakit. Tetapi Dr Peter J.D’Adamo, mahir naturopathic, menemukan bahwa dalam darah ada isyarat genetika wacana sejarah dan takdir kesehatan manusia.

Salah satu kesimpulan dalam ilmu kedokteran yaitu darah merupakan medium paling efektif untuk perkembangan majemuk kuman, daerah paling cocok untuk perkembangbiakan, dan lahan paling aman untuk penyebarannya. Karena darah yaitu salah satu masakan terbaik organisme-organisme tersebut dan lahan terbaik untuk pertumbuhannya. Baik kedua jenis darah (plasma dan sel-sel hidup di dalam cairannya), maupun serum yang terpisah sendiri dari gumpalan.

Laboratorium-laboratorium bakteriologi telah memanfaatkan darah untuk memperoleh kuman-kuman yang akan dijadikan objek penelitian, dan mendapatkannya hanya dalam waktu beberapa jam.

Lalu, bagaimana kuman-kuman pembunuh itu sanggup hingga ke darah? Menurut  Dr. H. Muhammad Washfi dalam bukunya “Menguak Rahasia Ilmu Kedokteran dalam Al-Qur’an” halaman 217-222 menjelaskan sebagai berikut. Hanya lantaran turun dari binatang, baik lantaran disembelih ataupun dibekam, darah akan terpisah dari pembuluh-pembuluh yang melindunginya saat binatang tersebut masih hidup, sementara butir-butir darah putih kehilangan fungsinya. Setelah itu, darah akan diserbu kuman-kuman yang tersebar di tangan penyembelih, dan di wadah-wadah daerah penampungannya. Bahkan, kuman-kuman tersebut ada di tanah dan udara yang terkena darah, dan apapun yang menyangkut kuman-kuman pembusuk dari seluruh organisme-organisme pembunuh ini.

Bahaya besar muncul akhir persebaran kuman-kuman tersebut tidak hanya penularan penyakit saja, tetapi racun-racun (toksin) yang dikeluarkannya pun merupakan ancaman paling besar dan petaka paling tragis. Telah maklum juga bahwa racun-racun ini teap akan memberi efek sekalipun telah dimasak. Dan hingga sekarang tak ada satu pun cara simpel untuk menyeterilkan darah yang tercemar oleh kuman. Yang serupa dengan darah binatang yaitu darah nifas dan darah haid.

Salah satu fungsi darah yaitu menangkut sisa-sisa masakan yang dihasilkan proses pencernaan untuk dikeluarkan, dan menangkut zat-zat bebahaya keluar tubuh, serta memindahkannya ke anggota-anggota badan yang mengeluarkannya, sehingga sebagian zat-zat berbahaya ini keluar bersama keringat dan sebagiannya keluar dari paru-paru ibarat gas karbon dioksida. Namun, porsi terbesar sisa-sisa masakan ini keluar lewat ginjal, terkumpul di kandung kemih dan keluar dengan nama urin (kencing).

Seseorang yang tidak takut pada ancaman yang akan menimpanya lantaran makan darah dan tetap dengan bahagia hati memakannya meskipun telah mengetahui bahaya-bahaya yang dikandungnya, berarti sama saja dengan gampang minum urin.

Di samping zat-zat yang berbahaya, darah juga mengandung zat-zat beracun yang selama binatang masih hidup, dibersihkan oleh hati. Di antara racun pembunuh yang berusaha dibuang oleh hati dari binatang yang masih hidup yaitu garam empedu dan turunan-turnannya, asam alginat dan amino yang tersusun dari protein-protein wangi yang tersisa di sistem pencernaan, serta racun-racun lain yang dinamakan toksin, yang hingga kepadanya melalui usus.

Ini terjadi jikalau yang dimakan yaitu darah binatang yang sehat. Sedang jikalau yang tergoda yaitu binatang yang telah terjangkit penyakit-penyakit yang merusak dan mematikan, itu yaitu petaka besar dan peristiwa luar biasa!

Darah tidak termasuk gizi berdasarkan pengertian ilmiah. Ini bertentangan dengan akad yang dicapai orang-orang awam semenjak dahulu kala.

Alasannya, berdasarkan beling mata ilmiah gizi harus terdiri dari protein, karbohidrat, lemak, garam, dan vitamin. Unsur pertama sanggup diperoleh dari daging dan telur. Unsur kedua dari gula dan zat tepung. Unsur ketiga dari lemak dan minyak. Unsur keempat dari majemuk masakan yang mengandung gizi dan makanan. Sedangkan unsur terakhir dari susu, buah-buahan serta sayur-sayuran segar. Jika kita meneliti darah, akan kita dapati bahwa darah tidak mengandung satu pun unsur-unsur ini. Sedang zat putih telur yang ada dalam plasma darah presentasenya hanya 8% dengan rincian, Albumin 4%, Globulin 3,5% dan Fbrinogen 0,5%.

Adapun klaim yang dinyatakan sebagian orang terbelakang yang menyampaikan bahwa darah dimakan lantaran mengandung unsur besi yang dikandungnya, maka itu hanyalah omong kosong dan prasangka belaka, lantaran darah hanya mengandung sedikit unsur besi yang tidak punyai nilai sama sekali. Di samping itu, termasuk sesuatu yang telah maklum berdasarkan ilmu kesehatan bahwa badan hanya memperoleh manfaat dari zat besi, saat zat besi telah hingga kepadanya dalam wujud nonorganik atau dalam bentuk garam. Dengan kata lain, zat besi yang dikandung darah tidak sanggup dimanfaatkan oleh tubuh.

Belum ada Komentar untuk "Darah Makanan Yang Mengandung Gizi !"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel