Kutipan Mutiara Cinta Kahlil Gibran



Aku katakan kepadamu bahwa keraguanku tak akan melemahkan atau menguatkan kepasrahan kepada apa yang saya ragukan, dan kenyataan akan kesibukan pemuasan diri tak pernah memalingkan dari penyempurnaan apa yang telah menjadi tujuanku.
Carilah kini cintaku dan sahabatku, untuk kau bayangkan dalam kesadaranmu sebuah keindahan yang lebih menarik dari pada semua yang indah, sebuah nyanyian yang lebih membahana dan nyanyian bahari dan hutan belantara, maka carilah sesuatu yang menciptakan hatimu patah, dan keingintahuan akan membawamu kepada cinta.
Biarkan tubuhku beristirahat bersama waktu yang berlalu, biarkan mimpiku berakhir dan jiwaku terbangun bersama fajar, biarkan jiwamu memeluk jiwaku dan berikan saya ciuman harapan, jangan ada satupun kesedihan dan kepahitan yang tertuang ketanganku lantaran mereka akan menyebabkan duri diatas kuburku.
Mungkinkah saya yang sanggup menjadi juru tenang di jiwamu, yang akan mengubah ketidak selarasan dan persaingan dari unsur-unsurmu menjadi kesatuan dan melodi? Tapi bagaimana saya bisa, kalau dirimu sendiri tidak menjadi pendamai, dan pencinta unsur-unsurmu sendiri?
Kesenangan yaitu kesedihan yang tersembunyi, dan dari diri yang sama dari mana tawamu bangun yaitu diri yang seringkali kaupenuhi dengan air mata.
Ketika kau gembira, lihatlah dikedalaman hatimu, dan kau akan melihat bahwa bergotong-royong kau sedang menyesali sesuatu yang pernah menjadi kebahagaianmu!
Kehidupan yaitu jalan yang mengiringi usia muda, dan kecerdasan yang mengikuti kedewasaan, serta budi yang mencari keuzuran, pengetahuan yaitu cahaya, memperkaya kehangatan hidup, dan semua sanggup memperoleh kalau mencarinya, tapi kalian malah mencari kegelapan, mengusir cahaya dan menantikan pancaran air dari bebatuan cadas.
Aku selalu mencintaimu wahai kalian, namun cinta itu bagiku sangat menyakitkan dan tak berkhasiat untuk kalian, dan hari ini saya benci kalian, dengan kebencian bagaikan air bah yang menyapu ranting-ranting kering, dan hari ini pula saya telah memaafkan kelemahan kalian, namun maafku hanya menambah kelemahan kalian.
Di pagi hari saya terbangun dan mencari cahaya di luar, tapi mengapa! Seketika bayangan tubuhku berbaris dihadapanku dan saya tak tahu kemana harus melangkah, mencari apa yang tak ku mengerti, meraih apa yang tak ku inginkan.
Ketika tengah malam gelap, bayangan2 masa kemudian menggangguku dan roh2 dari tempat tak dikenal mengunjungi dan mencariku, dan saya memandang mereka, berkata dan bertanya kepada mereka  dan dengan senyuman mereka menjawabku, tapi ketika saya hendak memeluk dan melindungi, mereka lari dariku dan memudar menyerupai mereka hanya asap di udara.
Pikiran gila memperdayaiku baik ketakutan maupun kesenangan, dan hasrat menyerbuku dengan kesakitan dan kesenangan mereka, kemudian saya melamun dan melihat diam-diam diriku, diri tersembunyi yang tertawa dan menangis, yang berani dan takut akan herannya diriku.
Aku melihatnya berseri2 dan berubah dihadapanku menjadi perempuan dengan rambut panjang tergerai, yang memandangi diriku dari balik kelopak matanya yang terlukis cinta, dan yang tersenyum padaku semanis madu dan yang membentangkan tangan putihnya padaku, dengan harum dupa dan kemenyan. Bahkan ketika saya sedang melihatnya, mereka menghilang menyerupai kabut yang terkoyak, meninggalkan ruang dengan gelak tawa mencemooh.
Bukan dari tulang ubun ia dicipta lantaran ancaman menjadikannya dalam sanjung dan puja, tak juga dari tulang kaki lantaran nista menjadikannya diinjak dan diperbudak. Tapi dari tulang rusuk kiri dekat ke hati untuk dicintai dekat ke lengan untuk dilindungi.
Semua orang ingin menjadi sempurna, tapi menjadi tepat itu melelahkan !! hanya dengan bersyukur atas apa yang telah di anugerahkan pada diri kitalah, kita bisa mencapai kesempurnaan.
Ingin kembali meraih cinta itu menjadi kenyataan, ketika diriku dalam siksaan cinta, ku takut dirimu melenggang pergi tanpa pernah memikirkan ku di suatu ketika nanti.
Cinta yaitu misteri yang terkadang sulit dimengerti, cinta merupakan anugerah bagi insan manusia. Cinta yaitu kebahagiaan yang terpancar dalam diri seseorang, meski terkadang cinta juga meninggalkan rasa sakit, akanah cinta selalu bersemi.
Terlihat rona mata yang indah, penuh dengan kedewasaan, ramah kala menyapa dan indah ketika bertutur, entah harus berkata apa, hati ini terpikat lantaran pesonanya.
Biar semua berjalan alami, hingga kira rasa bosan, kemudian ada bab yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya, yang membawa kita kedunia baru, dan mendewasakan diri ini.
Dimatamu saya bukan siapa2 , bukan teman, sahabat, bahkan saudara, melainkan orang asing, namun biarlah orang asing ini singgah sejenak dalam istana cintamu walau hanya sedetik, ia akan pamit bila kau mau dan kan tinggal bila kau izinkan.
Jika hati yaitu istana maka cinta yaitu singgasana, ketulusan yaitu mahkota terindah, senyum seorang kekasih yaitu tahta tiada tara.
Aku bukanlah seorang malaikat, tapi ku ingin bahagiakannya, penuhi harapannya, dan tumbuhkan keceriaannya, putih tak selalu benar, jelek tak selalu hitam, dan bijak pun tak selalu netral. Hanya segelintir yang mengerti perasaanku, apakah masih sanggup bila inginku menjadi malaikat yang tanpa sayap!!
Rayulah saya dan saya mungkin tak mempercayaimu, keritiklah saya dan mungkin saya tak menyukaimu, acuhkan saya dan mungkin saya tak memaafkanmu, semangatilah saya dan mungkin saya takkan melupakanmu..
Aku melamun di setiap dinginnya malam hanya memikirkan ketidakpastian, hanya menunggu kegundahan hati yang selalu bertanya2 apakah mugkin hatinya bisa untuk aku? Hanya rasa bimbangku & biarlah diriku mencintaimu hingga ujung waktuku.
Dunia fana penuh cinta semu, apa cinta kan berpisah darimu, walau tlah usang bersatu, seiring bergulirnya waktu, dunia fana kosong cinta sejati, cinta kepada yang maha suci, menghujam dalam dilubuk hati tetapi awet di hati yang suci.
Akan kuatkah kaki yang melangkah, bila disapu duri yang menanti, akan kaburkah mata yang meratap, pada debu yang pastikan hinggap.
Mengharap senang dalm berjuang, bagai merindu rembulan ditengah siang, jalannya tak seindah sentuhan mata, pangkalnya jauh hujungnya belum tiba.  
Kau cukup berdiri saja disampingku, saya yang akan memutar dunia ini untukmu.
Salahlah bagi orang yang mengira bahwa cinta itu tiba karena pergaulan yang usang dan rayuan yang terus menerus.
Cinta yaitu tunas pesona jiwa, dan kalau tunas ini tak tercipta dalam sesaat, ia takkan tercipta bertahun-tahun atau bahkan abad.
Ketika cinta memanggilmu maka dekatilah ia walau jalannya terjal berliku, kalau cinta memelukmu maka dekaplah ia walau pedang di sela-sela sayapnya melukaimu.
Cinta tidak menyadari kedalamannya dan terasa pada ketika perpisahan pun tiba. Dan ketika tangan pria menyentuh tangan seorang perempuan, mereka berdua telah menyentuh hati keabadian.
Cinta yaitu satu-satunya kebebasan di dunia karena cinta itu membangkitkan semangat- hukum-hukum kemanusiaan dan tanda-tanda alami pun tak bisa mengubah perjalanannya.
Jika cinta tidak sanggup mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini, pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang
Jangan kau kira cinta tiba dari keakraban yang usang dan pendekatan yang tekun. Cinta yaitu kesesuaian jiwa dan kalau itu tak pernah ada, cinta tak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun bahkan abad.
Cinta berlalu di depan kita, terbalut dalam kerendahan hati; tetapi kita lari daripadanya dalam ketakutan, atau bersembunyi di dalam kegelapan; atau yang lain mengejarnya, untuk berbuat jahat atas namanya.
Setiap lelaki menyayangi dua orang perempuan, yang pertama yaitu imaginasinya dan yang kedua yaitu yang belum dilahirkan.
Aku mencintaimu kekasihku, sebelum kita berdekatan, semenjak pertama kulihat engkau.
Aku tahu ini yaitu takdir. Kita akan selalu bersama dan tidak akan ada yang memisahkan kita.
Setiap orang muda niscaya teringat cinta pertamanya dan mencoba menangkap kembali hari-hari asing itu, yang kenangannya mengubah perasaan direlung hatinya dan membuatnya begitu senang di sebalik, kepahitan yang penuh misteri.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… menyerupai kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu… Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… menyerupai kode yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
Jangan menangis, Kekasihku… Janganlah menangis dan berbahagialah, kerana kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah… kita sanggup bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan sedih perpisahan.
Apa yang telah kucintai laksana seorang anak yang tak henti-hentinya saya mencintai… Dan, apa yang kucintai kini… akan kucintai hingga selesai hidupku, kerana cinta ialah semua yang sanggup kucapai… dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya.
Cinta yang dibasuh oleh airmata akan tetap murni dan indah sentiasa.


Ditulis kembali oleh : Setiawandjuli

-

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kutipan Mutiara Cinta Kahlil Gibran"

Posting Komentar