Fenomena Pasar Setan Di Lereng-Lereng Gunung

Satu tempat yang hampir selalu dijumpai di kebanyakan gunung yakni apa  yang disebut seba Fenomena Pasar Setan di Lereng-Lereng Gunung
Satu tempat yang hampir selalu dijumpai di kebanyakan gunung yakni apa yang disebut sebagai daerah yang mirip suasana pasar. Kalau di gunung Merapi disebut sebagai pasar bubrah. Di gunung Slamet dan gunung Sumbing juga di gunung Bawakaraeng disebut sebagai pasar setan. Di beberapa gunung lain pun akan selalu ada fenomena yang sama. Dibawah ini beberapa pasar setan di lereng-lereng gunung di Indonesia, mirip yang dikutip dari Alam Mengembang Makara Guru

Pasar Bubrah Merapi
Satu tempat yang hampir selalu dijumpai di kebanyakan gunung yakni apa  yang disebut seba Fenomena Pasar Setan di Lereng-Lereng Gunung
Gunung Merapi mempunyai pasar setan yang dikenal dengan Pasar Bubrah, terletak di bersahabat pos IV sebelum bibir kawah, alasannya yakni letaknya bersahabat dengan kawah aroma sulfur amat terasa sebelum kita menuju puncak gunung merapi atau puncak garuda.

Pasar Setan Gunung Sumbing
Satu tempat yang hampir selalu dijumpai di kebanyakan gunung yakni apa  yang disebut seba Fenomena Pasar Setan di Lereng-Lereng Gunung
Pasar Setan di Gunung Sumbing terdapat diatas bukit genus sekitar 2 jam perjalanan melewati tanjakan terjal sebelum pos Pasar Watu dan dikenal dengan nama Peken Setan. Kawasan pestan ini banyak di tumbuhi rerumputan dan jarang sekali terdapat pepohonan yang tinggi. Sehingga seringkali terjadi angin ribut dan disarankan tidak mendirikan tenda disini.

Pasar Setan Gunung Merbabu
Satu tempat yang hampir selalu dijumpai di kebanyakan gunung yakni apa  yang disebut seba Fenomena Pasar Setan di Lereng-Lereng Gunung
Jika di Gunung Merbabu, pasar setan terletak sebelum puncak Kentheng songo. Tempat ini datar dan tidak mengecewakan luas. Jika di perhatikan yakni sebelah selatan dan utaranya yakni sebuah jurang yang cukup dalam.

Pasar Setan Gunung Lawu
Satu tempat yang hampir selalu dijumpai di kebanyakan gunung yakni apa  yang disebut seba Fenomena Pasar Setan di Lereng-Lereng Gunung
Di Gunung Lawu mempunyai mitosnya sendiri mirip kebanyakan gunung-gunung lainnya. Jika kita mendaki melalui jalur Cemoro Kandang maka kita akan melewati sebuah daerah yang sering disebut-sebut sebagai pasar setan. Konon, jikalau kita mendengar bunyi “bade tumbas nopo dek?” (Mau beli apa dik?), Maka kita diharuskan membuang apapun yang ada disekitar kita contohnya dedaunan, batu, dll dimaksudkan sebagai menandakan jual-beli.

Pasar Setan Gunung Argopuro
Satu tempat yang hampir selalu dijumpai di kebanyakan gunung yakni apa  yang disebut seba Fenomena Pasar Setan di Lereng-Lereng Gunung
Gunung Argopuro juga mempunyai daerah Pasar Setan. Julukan ini yang diberikan oleh penduduk setempat memang pantas dan layak, alasannya yakni pada siang hari terdengar bunyi berisik layaknya sebuah pasar. Tepatnya di antara Cikasur menuju Cisentor dan Rawa Embek, sebuah tempat mendekati puncak Rengganis. Anehnya bila didekati bunyi pasar itu akan menghilang.

Lompo Battang-Bawakaraeng
Satu tempat yang hampir selalu dijumpai di kebanyakan gunung yakni apa  yang disebut seba Fenomena Pasar Setan di Lereng-Lereng Gunung
Pasar setan juga ada di tengah hutan Sulawesi Selatan, tepatnya di antara Gunung Lompo Battang dan Gunung Bawakaraeng. Konon, siapa yang kemping di sana bakal mendengar keramaian layaknya suasana pasar di malam hari. Pasar setan atau biasa dikenal masyarakat setempat dengan nama Pasar Anjaya sudah populer dikalangan para pendaki. Sebenarnya itu yakni suatu daerah hutan yang luas dan punya panorama indah. Tapi mitos yang beredar, jadi bumbu tersendiri untuk pendakian Anda ke sana.

Belum ada Komentar untuk "Fenomena Pasar Setan Di Lereng-Lereng Gunung"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel