Dajjal Segera Muncul? Diberitakan Danau Tiberias Menyusut




Tiberias merupakan danau air tawar yang posisinya paling rendah di dunia. Secara geografis daerahnya terletak di Palestina dan Suriah, namun ketika ini sudah dikuasai oleh Israel. Danau ini menjadi sumber air higienis bagi penduduk Israel untuk pertanian, sanitasi, dan air minum.

Danau Tiberias ternyata mempunyai arti penting bagi umat Islam. Dalam sebuah hadist, Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa danau yang juga dijuluki Galilee ini menandai kedatangan Dajjal, sosok eskatologi Islam yang dilaknat Allah dan akan muncul pada final zaman.

Ironisnya, kondisi ketika ini menandakan debit air Tiberia yang terus menurun dengan drastis. Sejumlah pakar menyebutkan bahwa ketika ini hanya tinggal menunggu waktu untuk mengering. Lantas benarkah Dajjal akan segera muncul dan menciptakan kerusakan di muka bumi?

Pemerintah Israel dikutip dari situs www.savekinneret.com, menjelaskan bahwa  Danau Kinneret (Tiberias) sedang mengering dan prediksi terjadi puncaknya di tahun 2021. Hal ini disebabkan curah hujan di wilayah tersebut di bawah rata-rata. Sedangkan ketinggian air sekarang sudah berada pada "garis hitam", di mana air tidak akan bisa dipompa lagi dan menyebabkan gangguan pada pasokan air.

Setiap hari, sekitar 1,7 juta meter kubik air terkuras dari Danau Tiberia atau sekitar 400 juta meter kubik per tahun. Dengan kondisi ini, debit air terus menurun dan diperkirakan akan terus terjadi. Mengingat di Israel terjadi peningkatan populasi, baik lantaran kelahiran, migrasi orang orang Yahudi dari banyak sekali penjuru dunia menuju Israel, maupun kebutuhan industri dan pertanian di sana.

Sesekali debit air mengalami peningkatan jikalau iklim dan cuaca dan mendukung. Namun, hingga sekarang kondisi permukaanya masih bertengger di garis hitam. Hal ini menjadi dilema serius  bagi negara tersebut.

Ternyata tidak hanya menjadi masalah serius bagi Israel, dilema penyusutan Danau Tiberia menjadi tanda kemunculan Dajjal. Sosok makhluk bermata satu ini menjadi musuh umat islam yang kehadirannya masih menjadi misteri. Namun Nabi Muhammad SAW memperlihatkan gejala bagaimana kemunculan Dajjal. Salah satu tandanya yakni turunnya permukaan air danau ini.

Rasulullah SAW menjelaskan dalam satu riwayat Imam Muslim, diriwayatkan dari Fatimah binti Qais bahwa ia radhiallahu 'anhu berkata:

“Saya mendengar juru panggil Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyeru: Shalat Jama’ah! Shalat jama’ah” (panggilan menyerupai ini biasanya hanya pada waktu shalat atau apabila ada sesuatu yang sangat penting). Fatimah binti Qais melanjutkan, “Maka saya pun pergi ke masjid dan shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan saya berada pada shaf pertama para wanita. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah selesai ia duduk di atas mimbar.

Beliau tertawa kemudian berkata,’Hendaklah masing-masing tetap di tempat! Tahukah Anda semua mengapa saya kumpulkan?’ Para Shahabat menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Bukan lantaran suatu kabar gembira, bukan pula lantaran suatu ancaman, tetapi lantaran Tamim ad-Dari tadinya seorang pemeluk nasrani kemudian dia tiba menyatakan keislamannya dan menceritakan kepada saya insiden yang sesuai dengan yang pernah saya sampaikan kepada kalian semua ihwal al-Masih ad-Dajjal. Dia menceritakan kepada saya bahwa dia berlayar dengan tiga puluh orang dari Lakhm dan Juzam, kemudian ombak besar menciptakan mereka terombang ambing di lautan sebulan lamanya hingga balasannya mereka terdampar di sebuah pulau di arah timur matahari. Mereka pun turun dan duduk beristirahat bersahabat kapal mereka kemudian memasuki pulau tersebut. Mereka kemudian bertemu dengan makhluk melata yang dipenuhi bulu. Saking banyaknya bulunya mereka tidak tahu mana cuilan depan dan cuilan belakangnya. Mereka berkata, Makhluk apakah Engkau ini?’ Makhluk itu berkata, Aku yakni Jassasah (Pengintai).’ Mereka bertanya, Apa itu Jassasah?’ Makhluk tu menjawab, ‘Pergilah kalian menemui pria yang ada di gedung besar sana, dia sangat ingin mendengar informasi dari kalian.’

Tamim berkata, ‘Ketika dia menyebut nama seorang laki-laki, kami takut bahwa makhluk itu yakni setan. Maka kami pun bergegas pergi hingga kami menemukan bangunan besar itu kemudian masuk ke dalamnya. Di sana ada seorang insan yang paling besar dan paling berpengaruh yang pernah kami lihat. Kedua tangannya terbelenggu ke lehernya diantara kedua lutut dan sikunya. Kami berkata, ‘Celakalah engkau, makhluk apakah engkau ini?’

Dia menjawab, kalian bisa menemukanku, beritahu saya siapa kalian ini!’ Mereka (Tamim dan rombongan) menjawab, ‘Kami yakni orang-orang Arab, kami naik kapal laut, tiba-tiba ombak pasang dan kami pun terombang-ambing selama satu bulan hingga balasannya terdampar di pulau Anda ini. Kami pun merapat dan memasukinya. Tiba-tiba kami bertemu dengan makhluk melata yang berbulu sangat lebat sehingga sulit mengetahui mana depan dan mana cuilan belakangnya. Kami berkata kepadanya, ‘Celakalah engkau, makhluk apakah kamu ini?’ Dia menjawab, Aku yakni jassasah (Pengintai).’ Kami pun berkata, Apakah jassasah itu?’ Dia berkata, ‘Pergilah temui pria yang ada di bangunan besar itu lantaran dia sangat ingin mendengarkan informasi dari kalian!’ Maka kami pun bergegas menemuimu, dan merasa takut dengan makhluk itu dan menyangka dia yakni setan.

Laki-laki besar itu berkata, ‘Beritahukan kepada saya ihwal kebun kurma Baisan!’ Kami berkata, ‘Tentang apanya yang ingin engkau ketahui?’ Dia berkata, ‘Tentang pohon-pohon kurmanya, apakah masih berbuah?’ Kami berkata, ‘Ya.’ Dia berkata, ‘Ketahuilah kurma-kurma itu hampir tidak lagi berbuah. Beritakan kepadaku ihwal danau Tiberias!’ Kami pun berkata, ‘Tentang apanya yang ingin engkau ketahui?’ Dia berkata, Apakah di sana ada airnya?’ Kami menjawab, ‘Danau itu banyak airnya, ‘Dia berkata, ‘Ketahuilah airnya tak usang lagi akan habis.

Beritahu saya ihwal sumber air Zagar!’ Kami berkata, ‘Tentang apanya yang ingin engkau ketahui?’ Dia berkata, Apakah masih banyak airnya? Apakah penduduk sekitarnya memanfaatkan airnya untuk bercocok tanam?’ Kami menjawab, ‘Ya, airnya banyak, penduduk sekitar memanfaatkannya untuk bercocok tanam.’

Dia berkata, ‘Beritakan kepada saya ihwal Nabi kaum yang ummi, apa yang telah dilakukannya?’ Mereka menjawab, ‘Dia telah muncul di Mekkah dan tinggal di Yasrib,’ Dia berkata, Apakah orang-orang Arab memerangi mereka?’ Kami menjawab, ‘Ya.’ Dia berkata, Apa yang dilakukannya kepada mereka?’ Maka kami pun memberitahurnya bahwa telah tampak para pengikutnya dari kalangan orang-orang Arab, mereka mematuhinya. Dia berkata, ‘Itu sudah terjadi?’

Kami menjawab, ‘Ya,’ Dia berkata, jikalau demikian maka yang terbaik bagi kalian ialah mematuhinya. Aku beritahukan kepada kalian siapa sebenarnya saya ini. Aku yakni al-Masih, hampir tiba waktunya saya diizinkan keluar, kemudian akan berjalan mengelilingi bumi, tidak satu kampung pun yang tidak kusinggahi dalam waktu empat puluh malam kecuali Mekkah dan Taibah lantaran keduanya diharamkan atasku. Setiap kali saya berusaha untuk memasuki salah satu dari keduanya saya akan dihadang oleh Malaikat yang memegang pedang mengusir saya menjauhi kedua kota itu. Setiap celah kota itu dijaga oleh para malaikat.”

Fatimah binti Qais (perawi hadits) berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghentakkan tongkat ia ke mimbar dan berkata, ‘Inilah Taibah, inilah Taibah (maksud ia Madinah). Bukankah saya pernah menyampaikannya hal menyerupai ini kepada kalian?’ Para hadirin menjawab, ‘Benar,’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan, ‘Sesungguhnya apa yang disampaikan oleh Tamim membuatku kagum lantaran sesuai dengan yang pernah saya sampaikan kepada kalian ihwal Dajjal, Madinah dan Mekkah. Dia berada di maritim Syam atau maritim Yaman; bukan, tetapi dia ada di timur, dia ada di timur, dia ada di timur!’ Beliau pun memberi arahan dengan tangannya ke arah timur. Fatimah melanjutkan, “Maka saya pun menghafalnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Dengan informasi ini, tentu saja penyusutan Danau Tiberias menjadi salah satu tanda kemunculan Dajjal. Sebagai muslim, kita harus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT supaya kita terhindar dari fitnah Dajjal, lantaran dia mengaku sebagai tuhan, berilmu membohongi manusia, bisa menurunkan hujan, menyuburkan tanaman, dan lain sebagainya hingga hingga menghidupkan orang mati yang ia bunuh. Iman yakni percaya kepada Allah dan tanda - tanda hari akhir, jikalau tidak mempunyai iman maka sudah niscaya akan gampang terjerumus fitnah Dajjal.

Share Artikel Ini:

-

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dajjal Segera Muncul? Diberitakan Danau Tiberias Menyusut"

Posting Komentar