Mengenaskan ! Tsunami Selat Sunda Sapu 43 Orang Meninggal Dunia, Semua Personil Grup Band Seventeen Jadi Korban Ketika Manggung

Bupati Pandeglang Irna Narulita mengumumkan sebanyak 23 orang meninggal dan 288 orang mengalami luka-luka akhir tsunami di perairan Selat Sunda yang terjadi pada Sabtu (22/12) malam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun telah memastikan bahwa gelombang tinggi di Selat Sunda semalam yaitu tsunami.

"Baru 23 orang meninggal, 288 terdata luka-luka,” kata Irna dikutip dari wawancara dengan TVOne, Ahad (23/12).

Saat ini, Irna menyampaikan tim dari TNI, Polri, Tagana, dan relawan lainnya sedang bergerak mengevakusi korban. Namun, tim mengalami hambatan akhir hujan deras. Dia menyampaikan sudah ada alat-alat berat di sejumlah lokasi, ibarat ada lima eskavator, lima alat berat, kendaraan beroda empat kolam terbuka.



Berdasarkan laporan petugas di lapangan, Irna mengatakan, warga membutuhkan selimut, kuliner ringan, dan persediaan yang ada. Dia terus mengupayakan melayani korban bencana.

"Yang paling diharapkan selimut, pakaian kering, dan makanan," ujar dia.

Saat ini, Irna menyampaikan tim dari TNI, Polri, Tagana, dan relawan lainnya sedang bergerak mengevakusi korban. Namun, tim mengalami hambatan akhir hujan deras. Dia menyampaikan sudah ada alat-alat berat di sejumlah lokasi, ibarat ada lima eskavator, lima alat berat, kendaraan beroda empat kolam terbuka.

Berdasarkan laporan petugas di lapangan, Irna mengatakan, warga membutuhkan selimut, kuliner ringan, dan persediaan yang ada. Dia terus mengupayakan melayani korban bencana.

"Yang paling diharapkan selimut, pakaian kering, dan makanan," ujar dia.

Dia menyampaikan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) setempat segera mendirikan dapur umum untuk para korban. Sebab, banyak korban yang menyelamatkan diri tanpa membawa barang bawaan apa pun.


Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono mengatakan, kondisi hujan lebat menjadi hambatan penyelamatan korban di lapangan. Saat ini, ia memperlihatkan arahan pada polsek untuk bekerja sama Muspika, seluruh camat, puskesmas untuk bergeser ke kecmatan yang butuh proteksi atau terdampak tsunami.

"Kita kerja keroyokan sama-sama, baik evakusi atau bantu warga,” kata Indra.

BMKG memperkirakan masih akan ada tsunami susulan terjadi di perairan Selat Sunda. Sebab, BMKG tidak dapat memprediksi hingga kapan acara Gunung Anak Krakatau berhenti.

“Masih akan ada tsunami susulan. Tremor, guncang lereng Gunung Anak Krakatau, jikalau itu rontok akan terjadi (tsunami lagi),” kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati.

Dengan kondisi ketidakpastian tersebut, ia mengimbau masyarakat jangan kembali ke pantai dahulu. Sebab, menurut papan pengukuran (tide gauge), ketika ini tremor masih berjalan.

"Jangan kembali hingga ada perkembangan isu tragedi selanjutnya," ujar dia.

Dampak tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda, khususya di daerah Pandenglang, Lampung Selatan dan Serang terus bertambah. Hingga 23/12/2018 pukul 07.00 WIB, data sementara jumlah korban dari tragedi tsunami di Selat Sunda tercatat 43 orang meninggal dunia, 584 orang luka-luka dan 2 orang hilang. Kerugian fisik mencakup 430 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, 10 kapal rusak berat dan puluhan rusak.

Jumlah pengungsi masih dalam pendataan. Pandeglang yaitu daerah yang paling parah terdampak tsunami.

Di Kabupaten Pandeglang tercatat 33 orang meninggal dunia, 491 orang luka-luka, 400 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, dan 10 kapal rusak berat. Daerah yang terdampak yaitu permukiman dan daerah wisata di sepanjang Pantai ibarat Pantai Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, Penimbang dan Carita. Saat insiden banyak wisatawan berkunjung di pantai sepanjang Pandeglang.

Di Lampung Selatan, 7 orang meninggal dunia, 89 orang luka-luka dan 30 unit rumah rusak berat. Sedangkan di Serang tercatat 3 orang meninggal dunia, 4 orang luka-luka dan 2 orang hilang.

Pendataan masih dilakukan. Kemungkinan data korban dan kerusakan akan bertambah.

Penanganan darurat terus dilalukan. Status tanggap darurat dan struktur organisasi tanggap darurat, pendirian posko, dapur umum dan lainnya masih disiapkan. Alat berat juga dikerahkan untuk membantu penyelamatan dan perbaikan darurat.

Masyarakat dihimbau tidak melaksanakan acara di sekitar pantai ketika ini. BMKG dan Badan Geologi masih melaksanakan kajian untuk memastikan penyebab tsunami dan kemungkinan susulannya.


Video Amatir Band Seventeen Menjadi Korban ketika manggung



Belum ada Komentar untuk "Mengenaskan ! Tsunami Selat Sunda Sapu 43 Orang Meninggal Dunia, Semua Personil Grup Band Seventeen Jadi Korban Ketika Manggung"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel