Kejam ! Sudah Bantai 31 Pekerja Trans Papua, Forum Ini Justru Minta Pelaku Tidak Dieksekusi Mati

Hindari melanggar HAM internasional, Amnesti Indonesia anjurkan jangan aturan mati KKB
Makin kesini jalan menuju untuk mengetahui dan menangkap pelaku pembunuhan atas 31 pegawai jembatan Trans Papua semakin jelas. Para korban diduga dibunuh oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang merupakan sebutan abdnegara bagi kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka.



Kelompok Kriminal Bersenjara dan perkembangan penanganan

Dipimpin oleh Egianus Kogoya, 50 anggota kelompok bersenjata yang dipimpinnya membunuh 31 pekerja Trans Papua karyawan PT Istaka Karya. Kini 150 anggota Tentara Nasional Indonesia dan Polisi Republik Indonesia diperintahkan untuk bergerak cepat memburu para pelaku pembantaian tersebut. Aparat Polda Papua dan Tentara Nasional Indonesia menyiagakan anggotanya di kawasan kejadian pembunuhan di Yigi, Distrik Yall, Kabupaten Nduga, Papua.

Saat ini juga sedang berlangsung agresi penyelamatan korban di lokasi kejadian tersebut. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menginstruksikan abdnegara yang ditugaskan segera menangkap KKB.

"Ya akan terus kita kejar, kita kejar mereka, kita bersihkan mereka, kita tangkap mereka," kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam.

Amnesti Indonesia minta KKB tak dieksekusi mati

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia,Usman Hamid meminta biar kelompok pelaku pembunuhan diadili melalui jalur peradilan. Kelompok pelaku pembunuhan, KKB dihentikan dieksekusi mati dan adil dalam setiap proses pengadilannya. Menurut Usman hal ini harus diperhatikan biar pengadilan para pembunuh pekerja Trans Papua tersebut tak hingga merujuk kepada pelanggaran hak asasi manusia.



Menurutnya setiap orang mempunyai Hak Asasi Manusia (HAM) yang harus dilindung termasuk KKB. Termasuk para pelaku pembunuhan, alasannya ialah Indonesia juga harus mengikuti standar internasional ihwal derma hak untuk hidup setiap orang, kebebasan dan keamanan.

Karena jikalau apa yang telah dilakukan oleh KKB ini diganjar juga dengan setimpal atau bahkan lebih maka peperangan ini tidak akan ada habisnya. Justru akan menimbulkan kekerasan yang makin besar dan risiko di kedepan harinya. Maka dari itu Usman mendesak biar otoritas Indonesia tidak gegabah dalam memperlihatkan perintah atau memutuskan ganjaran kasus ini.

Sederet agresi yang pernah dilakukan KKB

Sang pemimpin KKB, Egianus Kogoya sudah populer mempunyai catatan merah oleh Kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia atas beberapa kasus penembakan dan penculikan. Berikut ialah sederet agresi criminal Egianus Kogoya dan kelompoknya yang membuatnya mempunyai catatan merah,

Kelompok pimpinan Egianus Kogoya pernah menyekap 15 guru dan tenaga medis pada awal Oktober kemudian di Kecamatan Mependuma, Kabupaten Nduga, Papua.

Menembaki pesawat, Egianus dan kelompoknya juga pernah menembaki pesawat yang sedang melaksanakan pendaratan di Nduga, Papua. Dalam agresi tersebut satu pilot terluka satu keluarga yang terdiri dari kedua orang bau tanah dan dua anaknya meninggal dibunuh, juga dua orang terluka.

Menyerang pos TNI, Egianus Kogoya bersama kelompoknya juga pernah melaksanakan agresi penyerangan terhadap pos Tentara Nasional Indonesia di Mbua Kabupaten Nduga yang jaraknya sejauh 2 jam berjalan kaki dari lokasi kejadian pembunuhan 31 pekerja Trans Papua. Dalam penyerangan ini satu anggota Tentara Nasional Indonesia tewas dan satu luka-luka.


Dalam hal ini Amnesti Indonesia berusaha menghindari adanya pelanggaran HAM yang dapat menjerat otoritas Indonesia. Menurut wawancara dengan juru bicara OPM pun dijelaskan terbentuknya kelompok separatis ialah alasannya ialah adanya pelanggaran HAM yang di lakukan pada tahun 1977 oleh pemerintah Indonesia. Piye, sek lezat jamanku toh?

dari : https://keepo.me

Belum ada Komentar untuk "Kejam ! Sudah Bantai 31 Pekerja Trans Papua, Forum Ini Justru Minta Pelaku Tidak Dieksekusi Mati"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel