10 Masalah yang Paling Sering Muncul Ketika Membuat Rumah

10 Masalah yang Paling Sering Muncul Ketika Membuat Rumah

Membuat rumah sendiri tentu akan lebih berkesan dibandingkan langsung membelinya. Kita tidak hanya mengeluarkan biaya, namun juga waktu dan tenaga untuk melihat proses pembuatannya. Sebagai pemilik, tentu kita berharap proses pembuatan rumah lancar tanpa kendala. Namun, pada kenyataannya bisa saja muncul masalah-masalah yang tidak terduga. Apa saja ya masalah yang sering muncul ketika membuat rumah?

1. Terlalu mengandalkan kontraktor
Ada pemilik rumah yang tidak memahami proses konstruksi sama sekali. Mereka beranggapan bahwa mereka hanya berperan sebagai investor. Sementara satu-satunya pihak yang bertanggung jawab atas proses pembangunan ialah kontraktor. Padahal, hanya mengandalkan kontraktor dapat berujung pada kekecewaan. Ketika menyewa jasa kontraktor, kita bertujuan agar hasil pembangunan rumah kita memuaskan. Oleh karena itu, kita juga harus ikut bertanggung jawab melihat proses pembangunannya.

2. Tidak mengajak kontraktor meninjau bersama area pembangunan sebelum memulai proses konstruksi
Meninjau lokasi konstruksi memang terlihat sebagai hal yang sederhana. Bila meninjau bersama-sama, keduanya dapat mendiskusikan masalah, kondisi, serta lingkungan sekitar area rumah. Sementara itu, bila tidak didiskusikan, bisa saja muncul masalah yang tidak kita ketahui sebelumnya. Mau tidak mau, kita harus mengeluarkan biaya ekstra untuk menyelesaikannya. Bila menolak, bisa saja kontraktor malah membatalkan kontraknya.

3. Kontraktor menggunakan subkontraktor untuk menyelesaikan pekerjaannya
Ketika mengerjakan proyek, bisa saja kontraktor membuat kesalahan yang mengharuskan ganti rugi. Namun, ada kontraktor yang memilih untuk menyembunyikan kesalahan tersebut. Mereka akan menyewa subkontaktor untuk memperbaikinya. Padahal, kualitas pekerjaan mereka belum tentu sama. Bisa saja nanti kita harus mengeluarkan biaya karena hasil pekerjaan mereka rentan rusak.

4. Kontraktor membuat kontrak yang memihak mereka
Perjanjian kontrak sebelum proses pembangunan berfungsi melindungi pemilik rumah maupun kontraktor. Namun, ada kontraktor yang membuat perjanjian kontrak memihak. Misalnya seperti menggunakan penjelasan varasi biaya berdasarkan kondisi. Selain itu, mereka juga tidak memiliki standar kualitas. Ketika mereka tidak memberikan penjelasan jika terjadi hujan. Pada akhirnya, kitalah yang dimintai biaya tambahan bila terjadi kerusakan.

5. Tidak mengestimasikan bayaran dengan sesuai
Terdapat orang-orang yang terbiasa mengambil keuntungan berlebihan, termasuk kontraktor. Mereka tidak mendata harga-harga bahan material, melainkan langsung memperkirakannya. Padahal, harga perkiraan tersebut jauh lebih mahal dari harga yang sebenarnya. Hal ini tentu akan merugikan kita karena harus mengeluarkan tambahan biaya lagi.

6. Biaya tambahan karena mengubah pembangunan ketika konstruksi sudah dimulai
Ketika proses pembangunan sudah berlangsung, terdapat pemilik rumah yang ingin melakukan perubahan. Padahal, melakukan perubahan tentu membutuhkan biaya tambahan lagi. Oleh karena itu, usahakan untuk meminimalisir perubahan yang kita minta. Akan lebih bagus bila konstruksi dilakukan sesuai yang sudah direncanakan dari awal. Melakukan perubahan juga dapat membuat kontraktor memanfaatkan keadaan. Bisa saja kita diminta biaya yang besarnya tidak terduga. Selain itu, perubahan pembangunan juga dapat dimanfaatkan kontraktor untuk memperlama proses pengerjaan.

7. Tidak membuat spesifikasi bangunan secara detail
Untuk membuat spesifikasi bangunan rumah yang lengkap, kita membutuhkan usaha ekstra. Namun, usaha tersebut tidak akan sia-sia. Spesifikasi yang detail membuat kita dapat mengestimasi biaya secara lebih akurat. Selain itu, kita juga dapat mengontrol proyek pembangunan. Bila menemukan hal yang tidak sesuai, kita dapat langsung protes ke kontraktor.

8. Waktu pengerjaan proyek yang tidak realistis
Ada kontraktor yang tetap menerima proyek meskipun durasi pengerjaannya sangat mustahil. Karena itu, kita juga harus mengetahui berapa lama perkiraan waktu pembangunan rumah. Kita tidak bisa memaksakan waktu pengerjaan karena hasilnya mungkin malah tidak memuaskan.  Berikan juga pertimbangan waktu untuk kondisi yang tidak terhindari seperti cuaca buruk.

9. Kontraktor memaksakan kehendak mereka
Masalah ini sering bermula dari hal-hal yang kecil. Namun bila kita biarkan, lama-kelamaan masalah ini akan berubah menjadi signifikan. Misalnya ketika kita komplain ke kontraktor karena ada kerusakan. Namun, kontaktor malah menyangkal hal tersebut sebagai sesuatu yang normal. Bila terus-menerus dibiarkan, kebohongan in tentu akan merugikan kita.

10. Pemilik rumah enggan komplain ke kontraktor
Masalah ini berkaitan dengan masalah kesembilan. Pemilik rumah mungkin saja memiliki komplain yang masuk akal. Namun, mereka enggan untuk menyampaikannya ke kontraktor. Proses pembangunan menjadi lebih lama.

Sumber:
http://www.house-n-home-building.com/newsletters/issue-when-building-a-new-home.html

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "10 Masalah yang Paling Sering Muncul Ketika Membuat Rumah"

Posting Komentar